Tidak Harus Mewah, Ini Hukum dan Hikmah Pesta Nikah

Setelah seorang lelaki dan pihak perempuan menyelesaikan prosesi akad nikah, maka sebenarnya ia telah sah menjadi suami istri. Perkara-perkara yang sebelumnya diharamkan menjadi sesuatu yang dihalalkan antara dua pasang suami istri.

Prosesi setelah akad nikah adalah mengadakan walimatul ursy atau pesta pernikahan. Di Indonesia, khususnya di jawa biasanya pesta pernikahan diadakan 2 kali. Sekali di tempat mempelai laki, dan sekali di tempat mempelai perempuan.

Pesta pernikahan walimatul urs, ada yang melakukannya besar-besaran tetapi juga ada yang sederhana. Semua itu boleh asalkan tidak dalam niat menghamburkan uang dan mengedepankan kesombongan kepada manusia.

Dalam Islam, prosesi walimatul urs itu sebenarnya tidaklah wajib dilakukan, tetapi hukumnya adalah sunnah. Hal ini didasarkan sabda Nabi kepada Abdurrahman bin Auf yang telah melakukan akad nikah. Nabi mengatakan kepadanya.

“Adakanlah walimah pesta nikah dan umumkanlah, meskipun hanya dengan satu ekor kambing.”

Perkataan Nabi ini dihukumi sebagai hal yang sunnah, oleh para ulama’. Maka dari itu andaikan mempelai laki-laki dan perempuan, hanya memiliki sedikit dana dan hanya bisa mengadakan dengan sederhana itu diperbolehkan. Bahkan andaikata ia termasuk orang yang tidak punya harta, maka ditinggalkanpun juga boleh, tanpa harus memaksakan kehendak.

Hikmah dan Tujuan Walimah

Para ulama’ pada umumnya memaknai tujuan dari walimah itu adalah mengumumkan bahwa laki-laki A dan permpuan B telah menikah. Sah dan halal ditinjau dari sudut agama dan negara.

Selain itu, tujuan dari walimah atau pesta nikah adalah untuk mendoakan sakinah, mawaddah wa rohmah (samawa) bagi mepelai laki dan perempuan. Sehingga keberkahan dalam pernikahan mudah-mudahan selalu menyelimuti mempelai laki perempuan.

Kemudian hikmah yang bisa dipetik lainnya adalah bentuk sedekah kepada orang lain. Bahkan dalam hadits disebutkan, sebaik baik makanan walimah adalah jika yang memakannya adalah orang yang berhak memakan. Dan seburuk-buruk makanannya adalah jika yang memakannya adalah yang tidak berhak.

Maksudnya adalah bahwa biasanya dalam adat pesta nikah itu orang sering menonjolkan gengsinya, sehingga bermewah mewah dalam pesta dan orang yang diundang dipilihi dari orang yang kaya raya saja. Padahal secara finansial dan tujuan sedekah mereka bukanlah prioritas yang pertama.

Sementara masyarakat sekitar atau orang yang miskin jarang diundang. Padahal tujuan dari sedekah adalah memberi mereka yang mebutuhkan tanpa berharap kembalian, meski sedikitupun.

Hukum Menghadiri Undangan Walimah

Para ulama’ berbeda pendapat tentang hukum menghadiri undangan walimah. Jumhur ulama’ menjelaskan bahwa hukum menghadiri undangan adalah wajib. Sebab salah satu hak dari pengundang adalah wajib dihadiri oleh orang yang diundang.

Namun menurut ulama’ yang lain, tidak wajib hadir tetapi sunnah muakkad hukumnya. Hal ini karena tidak ada kewajiban bagi seseorang untuk dipaksa dalam memakan hidangan walimah.

Kemudian para ulama’ juga memberi rambu-rambu dalam walimah. Menurut Imam Nawawi kewajiban mendatangi undangan walimah itu bisa gugur jika memenuhi salah satu hal berikut.

  • Undangan walimah itu dikhususkan hanya orang yang kaya saja
  • Ada yang terdzalimi dengan sebab kehadirannya menuju undangan walimah
  • Apabila ada kemungkaran di dalam acara walimah pesta nikah tersebut.

Namun hal diatas juga jangan dijadikan sebagai ajang melakukan ghibah antar sesama, tetapi lebih kepada penjagaan diri dan bukan sarana menyombongkan diri dengan yang lainnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *