Jangan Putus Asa, Sebab Ampunan Allah Lebih Luas dari Dosamu

Jangan Putus Asa, Sebab Ampunan Allah Lebih Luas dari Dosamu

Salah satu hal menjadi keyakinan seorang muslim adalah bahwa Allah itu Maha Pengampun. Pemaaf dari segala dosa, sangat pengasih dan penyayang terhadap hambanya.

Bahkan meskipun seorang manusia itu terjerembab ke dalam dosa, sungguh Dia tetap membuka pintu maafNya.

Seorang hamba harusla tetap optimis dan jangan berputus asa dari rahmat Allah, sebab rahmatNya melebihi segala sesuatu.

Semua manusia sadar, bahwa merekalah tempat salah dan tempat lupa. Namun kesalahan itu bukan berarti harus ditolerir dan tidak ada usaha maaf. Sebab sebaik-baik mereka yang berbuat salah adalah yang bertaubat setelahnya.

Dosa bani adam (manusia) sebesar apapun akan mendapat ampunan Allah selama manusia tidak berputus asa dari taubat. Selama pintu taubat masih terbuka, maka ketahuilah Ia Maha Pengampun dosa-dosa.

Dalam hadis qudsi disebutkan bahwa Allah swt berfirman, “wahai manusia, sesungguhnya selama engkau memohon kepadaku dan berharap ampunan dariKu maka Aku ampuni kalian dan Aku tidak peduli. Wahai manusia seandainya dosamu setinggi langit kemudian engkau mohon ampunan kepadaKu maka Aku ampuni kalian. Wahai putra Adam, andai engkau datang dengan dosa sepenuh bumi lalu kamu datang kepadaKu dengan tidak membawa dosa syirik maka akan Aku ampuni dengan pengampunan semisal itu.”

Hadits shahih riwayat Tirmidzi diatas adalah kabar gembira bagi manusia yang mengazamkan dirinya untuk bertaubat. Sungguh Ia Maha Pemurah dan Pemberi Maaf.

Bahkan Allah swt lebih gembira atas tobat seorang manusia daripada seorang yang menemukan kembali hewan atau barang berharga yang hilang.

Ampunan Allah itu dapat diraih dengan mengucap banyak-banyak istighfar, baik dengan kalimat yang ringkas, seperti astaghfirullahal ‘adzim. Atau melazimi dzikr sayyidul istighfar yang dibaca pagi dan petang. Atau wirid istighfar yang diucapkan seorang hamba dalam sholat taubat.

Luasnya rahmat dan ampunan Allah ini menjadi basyiroh atau kegembiraan tersendiri bagi seorang mukmin. Sebab dengan rahmatNya itu kita bisa masuk surga, dan dengan ampunanNya itu kita diselamatkan dari nerakaNya.

Dalam surat Az Zumar, Allah swt firmankan, “Wahai hambaKu yang melampaui batas terhadap dirinya (karena dosa-dosa), janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sungguh Allah Maha Pengampun semua dosa. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Penyayang.”

Batas ampunan Allah itu tertutup manakala datangnya kiamat, atau ketika seseorang meninggal dunia. Oleh karena itu mari perbanyak minta ampunan dan bertaubat dengan istighfar sebanyak mungkin, selagi kita masih hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *